6 Tips Mengatasi Kepemimpinan yang Lemah dalam Tim

Dilsa Ad'ha
10 Mar 2025
6 read

Key Takeaways

  • Kepemimpinan lemah bisa jadi akar masalah utama rendahnya produktivitas dan motivasi dalam tim.
  • Komunikasi, empati, dan tanggung jawab adalah tiga pilar utama kepemimpinan yang efektif.
  • Pemimpin yang baik harus jadi role model, bukan sekadar atasan yang ngasih perintah.
  • Pengembangan diri dan pelatihan internal seperti In-House Training bisa jadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan.

Pernah nggak sih Anda ngerasa stuck banget kerja dalam sebuah tim? Ide-ide yang Anda ajukan mentah terus, komunikasi serba salah, dan ujung-ujungnya kerjaan malah berantakan. Kalau pernah, coba deh lihat siapa yang ada di posisi pemimpin tim Anda. Bisa jadi bukan Anda yang salah, tapi ada masalah pada cara kepemimpinan di tim tersebut.

Pemimpin yang lemah bukan cuma soal gaya memimpin yang kalem atau nggak tegas. Kepemimpinan lemah bisa berarti kurangnya arah, miskomunikasi, sampai ketidakmampuan mengambil keputusan penting. Hasilnya? Tim kehilangan motivasi, kerja jadi gak sinkron, dan target pun makin jauh.

Masalah ini bukan hal yang langka. Banyak banget organisasi atau tim kerja yang akhirnya stuck cuma karena satu hal: pemimpinnya gak mampu mengelola tim secara efektif. Makanya, mengatasi kepemimpinan yang lemah ini bukan cuma penting, tapi krusial banget.

Di artikel ini, saya bakal bahas bagaimana caranya memperkuat peran pemimpin dalam tim lewat 6 langkah strategis yang simpel tapi berdampak besar. Dan jangan lupa, kalau Anda merasa tim Anda juga butuh pengembangan internal yang terstruktur, layanan In-House Training dari Life Skills x Satu Persen bisa jadi jawaban terbaik.

Kepemimpinan yang kuat bukan dilahirkan, tapi dibentuk. Makanya, semua orang bisa jadi pemimpin yang hebat, asal tahu caranya. Dan di dunia kerja yang makin kompleks sekarang, kita gak bisa mengandalkan cara lama terus-terusan. Perlu pendekatan baru yang lebih relevan, humanis, dan strategis.

So, buat Anda yang lagi dalam posisi sebagai pemimpin tim—atau justru sedang merasa pemimpin Anda kurang bisa diandalkan—artikel ini bisa jadi insight penting. Yuk kita bahas satu-satu tipsnya di bagian selanjutnya!

Kenapa Kepemimpinan yang Lemah Harus Diatasi?

Dalam banyak kasus di dunia kerja, kinerja tim yang buruk sering kali bukan karena kurangnya kemampuan individu, tapi karena tidak adanya arahan yang jelas dari pemimpin. Kepemimpinan yang lemah bisa berdampak besar pada tim dan organisasi, mulai dari penurunan produktivitas, konflik internal, sampai tingginya angka turnover.

1. Tidak Ada Arahan yang Jelas

Seorang pemimpin harus jadi kompas tim. Tanpa kepemimpinan yang kuat, anggota tim bisa kehilangan arah, bingung harus fokus ke mana, dan akhirnya kerja secara asal-asalan. Ini bisa membuat target tim melenceng jauh dari rencana.

2. Minimnya Komunikasi Efektif

Pemimpin yang tidak bisa menyampaikan informasi secara jelas atau enggan menerima masukan dari tim akan menciptakan jarak dan kesalahpahaman. Akibatnya, anggota tim jadi ragu untuk terbuka, takut salah, bahkan tidak merasa aman untuk berinovasi.

3. Rendahnya Moral dan Motivasi Tim

Pemimpin yang hanya memerintah tanpa memberikan dukungan atau feedback konstruktif akan membuat tim merasa tidak dihargai. Dalam jangka panjang, ini bisa menurunkan moral kerja dan motivasi individu, yang akhirnya berdampak pada produktivitas secara keseluruhan.

4. Tidak Bisa Menangani Konflik

Ketika terjadi konflik, pemimpin lemah cenderung menghindar atau membiarkan masalah berkembang. Padahal, konflik yang tidak diatasi bisa menimbulkan friksi yang lebih besar, dan merusak dinamika tim.

5. Menghambat Pengembangan Karir Anggota Tim

Pemimpin yang tidak peka terhadap potensi dan kebutuhan pengembangan diri anggota tim justru akan membuat mereka stagnan. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat talenta-talenta terbaik memilih keluar dan mencari lingkungan yang lebih suportif.

Kalau Anda sedang berada di posisi ini—entah sebagai pemimpin atau anggota tim—maka saatnya untuk mulai membenahi pola kepemimpinan yang ada.

Bagaimana Cara Mengatasi Kepemimpinan yang Lemah?

Ada enam langkah praktis yang bisa diterapkan untuk memperkuat kepemimpinan dalam tim. Langkah-langkah ini relevan untuk berbagai jenis organisasi dan dapat diterapkan baik oleh pemimpin baru maupun yang sudah berpengalaman.

1. Pahami Karakter dan Keahlian Tim

Sebelum bisa memimpin orang lain, seorang pemimpin harus mengenal siapa yang dipimpinnya. Kenali kekuatan, kelemahan, dan cara kerja tiap individu dalam tim. Pendekatan ini akan memudahkan dalam pembagian tugas, membangun chemistry, serta meningkatkan efektivitas kerja sama tim.

2. Tingkatkan Kemampuan Komunikasi

Komunikasi yang jujur, terbuka, dan dua arah sangat penting dalam membangun kepercayaan. Pemimpin perlu melatih kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan mendengar secara aktif. Salah satu cara melatih hal ini bisa dilakukan melalui program pelatihan internal seperti In-House Training yang fokus pada pengembangan soft skill komunikasi.

3. Jadilah Contoh

Tim akan cenderung mengikuti sikap dan etika kerja yang ditunjukkan oleh pemimpinnya. Jika pemimpin menunjukkan integritas, komitmen, dan semangat, hal itu akan menular ke seluruh anggota tim. Pemimpin bukan hanya manajer, tapi juga role model.

4. Ambil Tanggung Jawab

Pemimpin sejati tidak hanya hadir saat tim sukses, tapi juga saat ada masalah. Mengambil tanggung jawab atas kesalahan tanpa menyalahkan orang lain akan meningkatkan kepercayaan anggota tim terhadap Anda.

5. Berikan Umpan Balik Konstruktif

Evaluasi rutin dan feedback yang membangun bisa membantu anggota tim berkembang. Jangan hanya menyoroti kekurangan, tapi juga apresiasi pencapaian mereka. Umpan balik yang baik adalah yang bisa mengarahkan, bukan menjatuhkan.

6. Dorong Pengembangan Diri

Pemimpin yang baik tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tapi juga pada pertumbuhan jangka panjang timnya. Berikan akses pada pelatihan, proyek menantang, atau bahkan mentoring. Ini adalah bentuk investasi terhadap SDM yang sangat berharga. Anda bisa mulai dengan mengikuti sesi pengembangan melalui In-House Training yang disesuaikan dengan kebutuhan tim Anda.

Kesimpulan

Mengatasi kepemimpinan yang lemah bukan hanya soal memperbaiki gaya komunikasi atau membuat keputusan lebih cepat. Ini tentang bagaimana seorang pemimpin bisa hadir secara utuh—mengenal timnya, menjadi contoh, dan menciptakan ruang kerja yang aman dan berkembang. Karena pada akhirnya, pemimpin yang hebat bukan yang paling pintar, tapi yang mampu membuat timnya merasa berdaya.

Dari enam tips yang telah dibahas—memahami karakter tim, meningkatkan komunikasi, jadi contoh, ambil tanggung jawab, memberi umpan balik, hingga mendorong pengembangan diri—semuanya bermuara pada satu hal: menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Ketika anggota tim merasa dihargai, didengar, dan dibimbing, maka produktivitas akan tumbuh secara alami.

Kepemimpinan yang kuat bukan hanya membawa tim menuju pencapaian target, tapi juga memastikan bahwa setiap individu di dalamnya tumbuh secara personal dan profesional. Dan ini bukan hal yang instan. Dibutuhkan proses belajar, introspeksi, dan upaya terus-menerus untuk memperbaiki diri. Di sinilah pentingnya pelatihan dan pembekalan, termasuk melalui program seperti In-House Training yang dirancang khusus untuk membantu tim dan organisasi mengembangkan potensi terbaiknya.

Jika Anda adalah pemimpin tim, inilah saat yang tepat untuk mulai membangun fondasi kepemimpinan yang lebih kuat. Dan jika Anda adalah anggota tim yang melihat kelemahan dalam gaya kepemimpinan atasan Anda, bukan berarti Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Anda bisa mulai dari memberikan masukan dengan cara yang tepat, atau mengajak tim untuk mengikuti pelatihan bersama.

Kalau Anda ingin tim Anda berkembang dan kepemimpinan di organisasi Anda jadi lebih kuat, kami sangat menyarankan untuk mempertimbangkan layanan In-House Training dari Life Skills x Satu Persen. Program ini dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan tim Anda—baik dari segi komunikasi, problem solving, pengambilan keputusan, hingga pengembangan soft skill lainnya.

Dengan pendekatan yang praktis dan relevan dengan tantangan tim saat ini, pelatihan ini bisa jadi langkah awal membentuk pemimpin-pemimpin baru yang lebih tangguh dan adaptif.

Hubungi Kami untuk Konsultasi:

Cek katalog lengkap kami dan temukan pelatihan yang paling sesuai untuk kebutuhan perusahaan Anda di bit.ly/katalogtrainingfs.

Ingat, pemimpin hebat tidak lahir begitu saja. Mereka dibentuk lewat pengalaman, pembelajaran, dan kemauan untuk terus berkembang. Dan perjalanan itu bisa dimulai hari ini, dari langkah kecil seperti membuka ruang pelatihan untuk tim Anda.

FAQ

1. Apa saja tanda-tanda kepemimpinan yang lemah dalam tim?
Tanda-tandanya bisa meliputi komunikasi yang buruk, minim arahan jelas, pemimpin tidak bertanggung jawab atas hasil tim, kurangnya feedback yang membangun, dan tidak ada dorongan untuk pengembangan anggota tim.

2. Apakah semua orang bisa menjadi pemimpin yang baik?
Bisa. Kepemimpinan bukan bakat bawaan, tapi keterampilan yang bisa dilatih. Dengan kemauan belajar, latihan, dan evaluasi yang tepat, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang efektif.

3. Bagaimana jika saya bukan pemimpin, tapi ingin memperbaiki kondisi tim?
Anda bisa mulai dari komunikasi terbuka, menyampaikan masukan secara konstruktif, dan mengusulkan pelatihan atau diskusi tim. Perubahan tidak selalu harus dimulai dari posisi atas, tapi bisa datang dari siapa saja di dalam tim.

4. Apa itu layanan In-House Training dari Life Skills x Satu Persen?
In-House Training adalah program pelatihan internal yang dirancang khusus sesuai kebutuhan tim atau organisasi Anda. Pelatihannya bisa mencakup topik seperti leadership, komunikasi tim, problem solving, dan lain-lain—dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif.

5. Bagaimana cara mendaftar atau mendapatkan info lebih lanjut tentang In-House Training?
Silakan hubungi kami melalui:
WhatsApp: 0851-7537-4878
Email: [email protected]
Kami siap bantu menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan spesifik tim Anda.

6. Apakah pelatihan ini hanya untuk pemimpin?
Tidak. In-House Training terbuka untuk seluruh anggota tim, karena kepemimpinan bukan hanya tanggung jawab manajer, tapi bisa dimiliki oleh setiap individu yang ingin memberikan dampak positif dalam timnya.

7. Apakah pelatihan bisa dilakukan secara online?
Bisa. Kami menyediakan format online maupun offline, tergantung kebutuhan dan preferensi tim Anda. Fleksibel dan tetap interaktif.

8. Berapa lama durasi pelatihannya?
Durasi pelatihan bisa disesuaikan, mulai dari satu sesi (2-3 jam), program satu hari penuh, atau pelatihan berkelanjutan mingguan/bulanan sesuai target pembelajaran Anda.