Udah Kuliah di Jurusan Favorit, tapi Masih Nganggur?

Dilsa Ad'ha
27 Mar 2025
6 read

Key Takeaways

  • Jurusan dengan Prospek Terbatas: Beberapa jurusan, seperti seni dan ilmu sosial, memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi, membuat lulusannya lebih sulit menemukan pekerjaan.
  • Underemployment: Banyak lulusan bekerja di sektor yang tidak membutuhkan gelar sarjana, yang menunjukkan ketidaksesuaian antara pendidikan dan pekerjaan pertama mereka.
  • Kurangnya Pengalaman Praktis: Tanpa pengalaman magang atau kerja lapangan, lulusan sering kali kalah saing dengan kandidat yang lebih berpengalaman.
  • Jurang Antara Pendidikan dan Kebutuhan Industri: Kurikulum yang tidak relevan dengan pasar kerja membuat lulusan kesulitan memenuhi ekspektasi perusahaan.

Meskipun banyak lulusan yang memilih jurusan populer seperti komunikasi atau seni, banyak yang tetap menghadapi tantangan besar dalam mendapatkan pekerjaan. Bahkan, beberapa lulusan dari jurusan yang dianggap menjanjikan pun sering kesulitan mencari pekerjaan yang sesuai. Apa yang sebenarnya terjadi? Banyak faktor yang berperan, mulai dari ketidakcocokan antara pendidikan yang didapat dan kebutuhan industri, hingga kurangnya pengalaman praktis yang dibutuhkan di dunia kerja.

Tentu saja, memilih jurusan yang tepat adalah salah satu langkah pertama untuk meningkatkan peluang kerja. Namun, meskipun jurusan tersebut populer, bukan berarti lulusannya langsung siap terjun ke dunia kerja. Dalam artikel ini, kita akan bahas beberapa faktor utama yang menyebabkan pengangguran di kalangan lulusan dan bagaimana mereka bisa mengatasi tantangan tersebut agar lebih siap mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan pendidikan mereka.

Salah satu langkah yang sangat penting untuk mengatasi hal ini adalah mengembangkan keterampilan praktis yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Oleh karena itu, banyak lulusan yang mulai mengambil kursus tambahan atau mengikuti program seperti Kelas online Discovering Career Path, untuk mempersiapkan diri lebih matang dan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Mengapa Lulusan Sulit Mendapatkan Pekerjaan?

Meskipun kamu sudah kuliah di jurusan yang terlihat menjanjikan, ada beberapa alasan kenapa peluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai bisa jadi sangat terbatas. Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang mempengaruhi kesulitan lulusan dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mereka:

1. Jurusan dengan Prospek Terbatas

Ada beberapa jurusan yang memang memiliki prospek pekerjaan yang lebih terbatas, seperti seni, komunikasi, atau ilmu sosial. Misalnya, lulusan seni rupa, antropologi, dan teater sering kali menghadapi tingkat pengangguran yang cukup tinggi. Beberapa jurusan ini tidak memiliki banyak peluang di dunia kerja, terutama yang membutuhkan keterampilan teknis atau profesional yang sangat spesifik. Oleh karena itu, lulusan dari jurusan tersebut harus lebih kreatif dan proaktif dalam mencari peluang.

Namun, bukan berarti lulusan dari jurusan ini nggak bisa sukses, lho! Banyak juga yang berhasil berkarier di bidang yang relevan dengan jurusan mereka, asalkan mereka bisa menambah keterampilan lainnya, seperti digital marketing atau keterampilan kreatif lainnya yang sedang tren di pasar kerja.

2. Underemployment

Masalah lain yang sering dialami oleh lulusan adalah underemployment, di mana mereka bekerja di posisi yang tidak membutuhkan gelar sarjana. Misalnya, banyak lulusan yang bekerja di sektor ritel, restoran, atau bahkan manufaktur, yang tidak sesuai dengan pendidikan yang mereka peroleh. Ini terjadi karena mereka kesulitan menemukan pekerjaan di bidang yang sesuai dengan jurusan mereka. Hal ini juga bisa disebabkan oleh keinginan untuk segera mendapatkan pekerjaan tanpa memikirkan kecocokan dengan bidang studi.

Di sinilah pentingnya memiliki pengalaman magang selama kuliah, agar kamu memiliki bekal lebih untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih relevan dengan latar belakang pendidikanmu.

3. Kurangnya Pengalaman Praktis

Banyak lulusan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kurangnya pengalaman praktis yang mereka miliki. Perusahaan sering mencari kandidat yang sudah berpengalaman atau yang memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan. Tanpa pengalaman magang atau kerja lapangan, peluang untuk mendapatkan pekerjaan di bidang yang diinginkan jadi lebih kecil. Makanya, magang selama kuliah sangat penting, karena pengalaman langsung ini sering menjadi penentu di pasar kerja.

Jika kamu merasa pengalamanmu masih kurang, coba mulai dengan volunteering atau mencari internship di perusahaan yang sesuai dengan bidang studimu. Ini adalah cara yang sangat efektif untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus memperluas jaringan profesional.

4. Jurang Antara Pendidikan dan Kebutuhan Industri

Salah satu tantangan besar yang dihadapi banyak lulusan adalah ketidakcocokan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan industri. Banyak universitas yang kurikulumnya tidak sejalan dengan tren dan perkembangan industri terbaru. Misalnya, jika kamu kuliah di jurusan komunikasi, tetapi pelajaran yang diajarkan lebih fokus ke teori daripada praktik, kemungkinan besar kamu akan kesulitan bersaing dengan kandidat lain yang lebih update dengan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

Di sini, menambah keterampilan lewat kursus online atau program pelatihan tambahan sangat membantu. Dengan melengkapi diri dengan keterampilan yang lebih relevan, kamu bisa meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai.

Cara Mengatasi Tantangan Pengangguran

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang relevan dengan pendidikan yang sudah kamu tempuh? Berikut beberapa langkah yang bisa kamu ambil:

Pilih Jurusan dengan Prospek Tinggi: Jika kamu masih dalam tahap memilih jurusan kuliah, pilih jurusan yang memiliki prospek pekerjaan tinggi, seperti di bidang teknologi, STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika), atau keperawatan. Jurusan-jurusan ini biasanya memiliki tingkat underemployment yang lebih rendah dibandingkan dengan jurusan lain.

Magang dan Pengalaman Kerja: Jangan tunggu sampai lulus baru cari pengalaman. Magang selama kuliah adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman praktis yang dicari oleh perusahaan. Magang juga bisa membantu kamu memperluas jaringan profesional yang sangat berharga.

Kembangkan Keterampilan Tambahan: Jika kamu merasa belum cukup siap menghadapi dunia kerja, pertimbangkan untuk mengikuti kursus online untuk meningkatkan keterampilan teknis atau digital, seperti desain grafis, digital marketing, atau data analysis. Ini adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan.

Networking dan Mentoring: Bangun jaringan profesionalmu sejak dini. Kamu bisa memanfaatkan platform seperti LinkedIn atau ikut acara-acara karier untuk bertemu dengan orang-orang yang bekerja di bidang yang kamu minati. Selain itu, mencari mentor yang bisa memberikan bimbingan dan wawasan seputar industri juga sangat membantu.

Gunakan Layanan Karier Kampus: Banyak kampus yang menyediakan layanan karier bagi lulusannya, seperti konsultasi CV, simulasi wawancara, atau pencarian pekerjaan. Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan ini, karena bisa memberimu panduan yang lebih jelas dalam mencari pekerjaan.

Dengan langkah-langkah ini, peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi dan mengembangkan karier akan lebih besar. Jangan lupa untuk selalu proaktif dan terus berusaha.

Kesimpulan

Memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah bisa menjadi tantangan besar bagi banyak lulusan, meskipun mereka sudah memilih jurusan yang dianggap populer. Banyak faktor yang menyebabkan pengangguran di kalangan lulusan, seperti prospek pekerjaan yang terbatas dari beberapa jurusan, kurangnya pengalaman praktis, dan ketidakcocokan antara pendidikan yang diterima dengan kebutuhan industri. Namun, hal ini bukan berarti kamu harus menyerah atau merasa terjebak dalam situasi sulit.

Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan. Salah satunya adalah dengan memilih jurusan yang memiliki prospek karier yang lebih tinggi, seperti di bidang teknologi atau kesehatan. Selain itu, magang dan pengalaman kerja praktis menjadi bekal yang sangat penting agar kamu bisa bersaing di pasar kerja.

Selain pengalaman, keterampilan tambahan juga sangat penting. Di dunia kerja yang terus berkembang, keterampilan teknis atau digital menjadi nilai lebih bagi banyak perusahaan. Kamu bisa meningkatkan keterampilan tersebut melalui kursus online atau pelatihan khusus yang relevan dengan bidang yang kamu minati.

Networking dan mentoring juga berperan penting dalam membuka peluang karier. Dengan memperluas jaringan profesional, kamu bisa mengetahui lebih banyak peluang kerja dan mendapatkan wawasan tentang tren yang berkembang di industri. Jangan lupa juga memanfaatkan layanan karier dari kampus yang bisa membantu kamu mempersiapkan diri untuk wawancara atau mencari pekerjaan setelah lulus.

Penting untuk diingat bahwa dunia kerja memang penuh persaingan, namun dengan pendekatan yang tepat dan usaha yang konsisten, kamu bisa memaksimalkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan potensi kamu. Kelas online Discovering Career Path bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin lebih siap dan terarah dalam merencanakan karier. Dengan mengikuti kursus ini, kamu bisa memahami lebih dalam tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan karier kamu.

FAQ

Q: Apa yang dimaksud dengan underemployment?
A: Underemployment adalah kondisi di mana seseorang bekerja di pekerjaan yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan atau kualifikasinya. Misalnya, seorang lulusan sarjana yang bekerja di sektor ritel atau pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar.

Q: Apa manfaat mengikuti magang selama kuliah?
A: Magang memberikan pengalaman praktis yang sangat dihargai oleh perusahaan, sehingga meningkatkan peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Selain itu, magang juga membantu kamu memperluas jaringan profesional dan belajar langsung dari orang yang sudah berpengalaman di industri tersebut.

Q: Bagaimana cara memilih jurusan yang tepat untuk karier?
A: Pilih jurusan yang memiliki prospek pekerjaan yang baik dan relevansi dengan kebutuhan pasar kerja. Jurusan di bidang teknologi, STEM, dan kesehatan cenderung memiliki peluang lebih besar di pasar kerja.

Q: Apa yang bisa dilakukan jika sudah terjebak dalam pekerjaan yang tidak sesuai dengan kualifikasi?
A: Untuk meningkatkan karier, kamu bisa mencari peluang untuk mengembangkan keterampilan tambahan, seperti mengikuti kursus atau pelatihan yang relevan dengan bidang yang diinginkan. Jangan lupa untuk terus membangun jaringan profesional dan mencari peluang yang lebih sesuai.

Q: Bagaimana cara meningkatkan peluang kerja setelah lulus?
A: Selain memilih jurusan yang tepat dan mengikuti magang, kamu bisa meningkatkan peluang kerja dengan mengembangkan keterampilan tambahan, bergabung dengan komunitas atau organisasi terkait industri, dan memanfaatkan layanan karier kampus. Jangan lupa untuk tetap proaktif dalam mencari pekerjaan dan memperluas jaringan profesional.